1. Andrew Darwis
Berawal dari 3 mahasiswa Indonesia yang belajar di Amerika
Serikat. Salah satu diantara 3 orang itu adalah Andrew Darwis. Terciptalah sebuah situs pada tanggal 6 November 2000. Delapan tahun kemudian situs itu yang diberi nama KASKUS itu menjadi situs komunitas Indonesia terbesar. Awal mulanya mendirikan KASKUS menurut Andrew, banyak orang Indonesia di luar negri yang tidak bisa mengakses informasi tentang Indonesia akibat keterbatasan situs yang ada pada saat itu.
Maka pada tahun 2000 itu tiga mahasiswa Indonesia menciptakan situs yang memungkinkan setiaporang Indonesia berbagi informasi.
Pada awalnya Kaskus kesulitan untuk mendapatkan 1 anggota saja untuk join jadi anggota, saking sulitnya yang join dalam 1 minggu maksimal hanya ada 3 orang, mereka bertiga terus melakoni usahanya sembari belajar dan bekerja di Amerika.
Dalam perjalanannya Kaskus pernah di Hack oleh YogyaFree, hal itu terjadi merupakan balasan akibat salah satu member Kaskus yang mengatasnamakan Kaskus mendiface situs YogyaFree, namun setelah diselesaikan secara kekeluargaan hubungan kedua kubu ini kembali harmonis…hehe…
Dari sebuah kantor di kawasan Jakarta Kota, awal 2008,
mereka bahu membahu mengelola situs. Dua bulan berselang,
Kaskus resmi menjadi perusahaan profesional dengan nama PT Darta Media Indonesia.
Setelah itu, Kaskus terus berbenah. Bersama timnya,
Andrew tak segan turun langsung menangani perusahaan hingga ke masalah promosi.
Pada enam bulan pertama sejak menjadi perusahaan profesional,
perkembangan Kaskus terbilang stagnan. Namun dengan kerja keras akhirnya semua itu
membuahkan hasil.
Darwis mengklaim, jumlah anggota komunitasnya tumbuh empat kali lipat dari semula.
Jumlah itu membuat keanggotaan Kaskus yang berasal dari seluruh dunia menjadi
yang terbanyak dibanding siapa pun.
Akhirnya, kaskus memutuskan untuk menambah server baru yang hingga saat ini
tercatat sudah memiliki 26 server di Indonesia dan dua lainnya di AS dengan alasan keamanan dan kenyamanan akses bagi Kaskuser.
Tidak hanya mampu menggaet anggota baru dalam kisaran 150-250 orang per hari,
banyak kaskuser (anggota komunitas Kaskus) yang sudah bertahun-tahun menjadi anggota,tetap setia aktif menjadi anggota.
Namun, walau sudah memperoleh keuntungan, Andrew dengan tegas menolak
perusahaannya akan menomorsatukan iklan. Apalagi, kepercayaan jutaan orang
terhadap Kaskus sebagai forum komunitas paling nyaman dan bebas bersuara,
Andrew ingin para kaskuser terus menikmati kenyamanan yang mereka sajikan.
2. Lary Page dan Sergey Brin ( Founder Google )
Lary Page dan Sergey Brin adalah pencipta Google.Inc, sebuah mesin pencari yang paling terkenal di internet. Menjadikan Google sebagai mesin pencari handal tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Dimulai dengan modal minim dengan kantor dalam garasi rumah di Menlo Park, California. Berikut adalah biografi singkat dari Lary Page dan Sergey Brin.
LARY PAGE
Lahir : Lansing, Michigan
26 Maret 1973
Umur : 36 tahun
Istri : Lucinda Southworth
Pekerjaan : Pendiri dan Presiden Divisi Produk Google Inc.
Almamater : East Lansing High School
University of Michigan
Stanford University
Kekayaan Bersih $17.5 milyar (2010)
Lawrence Edward “Larry” Page adalah salah satu pendiri mesin pencari paling terkenal, Google. Page dilahirkan di Michigan pada tahun 1973 dari orangtua Carl Vincent Page, adalah seorang profesor ilmu komputer di Universitas Michigan dan Gloria Page, yang merupakan guru pemrograman komputer di Universitas Michigan.
Ia menamatkan SMA-nya di East Lansing High School, kemudian melanjutkan di University of Michigan untuk mendapatkan gelar Bachelor of Science di bidang rekayasa komputer, dan mempeloreh gelar Master di Stanford University.
Di Stanford Page bertemu dengan Sergey Brin, yang menjadi relasinya dalam mengembangkan bisnis mesin pencari Google. Pada awal pertemuan mereka tidaklah berteman, mereka lebih sering bertentangan dalam setiap topik pembicaraan, sampai akhirnya mereka menemukan sebuah subjek yang sangat menarik perhatian mereka. Mereka mulai menulis makalah mengenai pengambilan informasi dari data besar yang diberi judul “The Anatomy of a Large-Scale Hypertextual Web Search Engine”.
Mereka menjual gagasan mengenai mesin pencari, yang kemudian dinamai Google, namun sayangnya gagasan itu tidak laku. Kemudian mereka memulai menulis rencana bisnis dan membawa total investasi awal hampir $ 1 juta untuk memulai perusahaan mereka sendiri. Usaha mereka pada awalnya dimulai dari sebuah garasi rumah di Menlo Park, California pada tahun 1998. Perusahaan tumbuh begitu cepat dan mendapatkan begitu banyak karyawan, sehingga beberapa kantor direlokasi karena kurangnya ruangan dan akhirnya Google .Inc menetap di tempat yang sekarang disebut Mountain View, California.
Lary Page sebagai pimpinan Google bersama Sergey Brin sukses besar. Pada tahun 2006, jumlah karyawan mencapai 5000 orang. Pada tahun 2004, mereka mengumumkan hasil kuartal pertama mereka sebagai sebuah perusahaan yang ditawarkan publik, dengan mencatat penerimaan sebesar $ 805.9 juta. Pada tahun 2005 Page telah diperkirakan memiliki kekayaan senilai US $ 12 miliar dan menjadi orang urutan ke enam belas dalam daftar majalah Forbes dan membuatnya menjadi orang ke-27 orang terkaya di dunia.
Berbagai penghargaan pun diterima Page, salah satunya adalah Marconi Prize pada tahun 2004. Ia menjadi anggota National Advisory Committee (NAC) untuk Universitas Michigan College of Engineering dan menjadi wali direksi dari X PRIZE.
SERGEY BRIN
Lahir : Moscow, Rusia
21 Agustus 1973
Umur : 36 tahun
Istri : Anne Wojcicki
Pekerjaan : Co-founder Google Inc. ; Presiden Google Inc.
Almamater : Univ. of Maryland
Stanford University
Kekayaan Bersih : US$ 17.5 milyar
Sergey Mikhailovich Brin lahir di Moscow, Rusia pada tanggal 21 Agustus 1973 adalah seorang pasangan dari Lary Page dalam mendirikan sebuah perusahaan mesin pencari raksasa Google. Brin adalah presiden teknologi pada Google dan mempunyai net worth perkiraan pada $18.7 milyar, yang membuatnya menjadi orang nomor 26 terkaya di dunia.
Brin lahir dari pasangan Mikhail Brin Evgenia Brin (née Krasnokutskaya) yang merupakan ahli matematika lulusan Moscow State University. Pada tahun 1979, ketika Brin berumur 6 tahun, keluarganya pindah ke Amerika Serikat. Di sana, Brin didaftarkan di sekolah dasar Paint Branch Montossori, Adelphi, Maryland. Ayahnya, yang juga seorang profesor di Departemen Matematika University of Maryland, berperan besar mengembangkan ketertarikan Brin pada matematika. Pada bulan September 1990, setelah lulus dari Eleanor Roosevelt High School, Brin diterima di University of Maryland, College Park. Di sana ia mengambil jurusan ilmu komputer dan matematika, dan berhasil mendapatkan gelar Bachelor of Science pada tahun 1993. Brin kemudian melanjutkan pendidikan ilmu komputernya di Stanford University melalui bewasiswa dari National Science Foundation. Ia menerima gelar masternya pada bulan Agustus 1995. Brin juga memiliki gelar MBA dari IE Business School.
sergey brin lg Biografi Lary Page dan Sergey Brin | Google foundersBrin menunjukkan ketertarikannya pada Internet tak lama setelah ia diterima di Stanford. Ia menulis banyak paper yang membahas tentang data-mining dan pattern extraction. Ia juga menulis software yang dapat mengubah TeX menjadi HTML untuk memudahkan tugas-tugasnya. Di Stanford pula Brin bertemu dengan Lary Page yang kemudian menjadi rekan kerjasamanya dalam mengembangkan Google. Pada awal pertemuannya mereka saling tidak menyukai, sampai sadar mereka memiliki ketertarikan yang sama dalam hal pencarian informasi yang relevan dalam data yang besar.
Pada bulan Mei 2007, Brin menikahi Anne Wojcicki di Kepulauan Bahama. Wojcicki adalah seorang analisis bioteknologi lulusan Yale University dan pendiri dari 23andMe. Ibu Brin didiagnosis menderita Penyakit Parkinson. Pada tahun 2008, Brin mendonasikan banyak uangnya ke University of Maryland School of Medicine, tempat di mana ibunya dirawat.
3. Matthew Charles Mullenweg ( Founder WordPress )
Matthew Charles Mullenweg atau dikenal dengan Matt Mullenweg lahir pada 11 Januari 1984 (baru berulang tahun ke-25), di Houston,Texas – Amerika Serikat. Di masa SMA, Matt belajar Seni Visual dan Pertunjukan di sekolahnya serta ia mahir di musik saxophone. Meskipun studinya bukan dibidang teknologi komputer dan programming, namun Mat berhasil mendirikan serta mengembangkan software yang kini sangat terkenal yakni WordPress.com, Akismet, dan bisnis Automattic-nya.
Awal Matt dan WordPress
Sejarah WordPress bermula saat Matt berusia 18 tahun (tahun 2002). Ketika itu, Matt baru mulai menggunakan fasilitas blog yakni blog b2cafelog. Ia menggunakan blog b2 (bbpress.org) untuk mempublikasi foto-fotonya selama perjalanan ke Washington D.C.
Namun, beberapa bulan kemudian, blog bbpress tempat Matt mempublikasi fotonya berhenti dalam mengembangkan software-nya. Karena kondisi seperti itu, muncullah pemikiran kreatif dari Matt. Pada Januari 2003, Matt Mullenweg mengumumkan melalui blog-nya bahwa dia akan mengembangkan blog b2 sehingga sesuai dengan standar web saat itu.
Dengan inisiatif sendiri, Matt bersama Mike Little mulai memgembangkan coding WordPress berbasis b2. Kemudian, Mike dan Matt bersama Michel Valdrighi (mantan pengembang b2), mulai aktif mengembangkan WordPress hingga lahirlah WordPress yang Anda kenal saat ini. Pada 27 Mei 2003, WordPress versi 0.70 dirilis. Versi 0.7 ini masih mengandung struktur file yang sama dengan pendahulunya, b2cafelog.
Di usia 19 tahun (Maret 2003), Matt bersama rekannya mendirikan GMPG dengan format yang lebih kompleks dari HTML. Setahun kemudian, WordPress meluncurkan fasilitas Ping-O-Matic yang berguna untuk mengirim ping notifikasi kepada search engine blog seperti Technorati. Dan saat ini, Ping-O-Matic telah melayani lebih 1 juta ping tiap harinya.
Matt Mullenweg, Mahasiswa DO (Drop Out)
Pada tahun 2004, nasib buruk menimpa Matt dalam bidang pendidikan formal. Ia drop-out alias DO dan pindah dari Houston ke San Fransisco (California) untuk bekerja pada CNET selama setahun.
Pekerjaannya di CNET selama setahun merupakan masa-masa terakhir Matt bekerja di perusahaan. Karena pada usia 21 tahun, Matt telah ‘pensiun muda’ dari perusahaan CNET dan ia menghabiskan waktunya berkarya untuk WordPress. Tidak lama dari masa pensiunnya, ia pun berhasil meluncurkan aplikasi Akismet yang berfungsi memblokir komentar dan trackback yang teridentifikasi sebagai spam.
Di tahun yang sama, Matthew memutuskan WordPress terbuka bagi kalangan umum di seluruh dunia pada November 2005. Di tahun yang sama, Matt meluncurkan Automattic yang menjadi perusahaan bisnis yang mendukung WordPress dan Akismet.
Pemuda 22 tahun Rekrut Eksekutif Yahoo
Jiwa entrepreneur dan kematangan Matt dalam mengembangkan WordPress dan Akismet telah menghantarkan usahanya masuk ke bisnis profesional. Pada tahun 2006 (22 tahun), pemuda Matt mampu merekrut mantan CEO Oddpost dan Senior Manager Yahoo!, Tony Schneider sebagai CEO Automattic. Beberapa bulan setelah Tony Schneider berada di Automattic, Akismet (anak perusahaan) yang baru berusia kurang 2 tahun berhasil meraup USD 1.1 juta pada April 2006.
Kesuksesan Matthew Mullenweg
Daya pikir inovatif serta pantang menyerah pada diri seorang Matthew telah membawa dirinya sebagai jutawan muda. Di usia 25 tahun, Matthew Mullenweg telah berhasil menjadi miliader muda dengan kekayaan tidak kurang USD 40 juta (Rp 400 miliar).
Ia pun dinobatkan sebagai 16 dari “50 Orang Terpenting di Dunia Internet” oleh PC World pada tahun 20 07. Dari daftar 50 orang tersebut, hanya Matt yang merupakan orang termuda (23 tahun).
Dengan fasilitas yang unik, cepat dan menarik, WordPress berhasil ‘memikat’ jutaan pengguna. Dengan tambahan ribuan blogger serta ratusan ribu posting terbaru tiap harinya, WordPress berhasil masuk ke dalam 30 situs teraktif di dunia. Setelah mendapat layanan Gravatar pada tahun 2007, beredar isu bahwa usaha yang didirikan Matt, Automattic, ditawari hingga USD 200 juta, namun Matt menolak menjualnya.
Wawancara Singkat di TV-One
Kisah Singkat Kesuksesan
Matt Mullenweg di WordPressCamp
Matt Mullenweg di WordPressCamp
Berikut ini, hasil wawancara Matt Muddenweg di TV-one yang relatif singkat Dan secara samar-samar saya mengutip pembicaraannya seperti berikut. [Jika rekan-rekan yang turut menyaksikannya, silahkan koreksi tulisan saya. Trims].
Hal pertama yang dibahas adalah latar belakang pendidikan Matt Muddenweg. Ia bukan lulusan programming ataupun ilmu komputer. Di masa SMA, ia terjun dalam bidang seni. Sedangkan kuliahnya [tidak selesai] di bidang ilmu politik. Walaupun demikian, motivasi dan minat yang ia berikan pada blog membawa dirinya sukses dalam dunia software dan teknologi informasi.
Topik lain yang dibahas adalah lika-liku perjalanan sukses Matt. Jalan keberhasilan Matt tidaklah pendek dan mulus. Keberhasilan ia raih dimulai dari hobbinya dalam fotografi serta mempublikasi fotonya di blog/website. Jadi, langkah awal kesuksesan dimulai dari blog. [selamat bagi Anda yang telah mulai blog dari ide dan hobbi pribadi, bukan copy-paste
].
Karena blog yang ia gunakan saat itu (b2cafelog) tidak user friendly, akhirnya ia bertekad mengubahnya. [selamat bagi Anda yang merasa WordPress tidak nyaman, dan Anda berkeinginan mengubahnya]
Tentu, pada awalnya dia tidak menyangka bahwa usahanya yang kreatif dapat membawa dirinya berhasil seperti saat ini. Namun saat ini, karyanya yakni WordPress telah memikat 20.000 pendatang baru (blogger) tiap hari.
Korelasi Ilmu Politik, Seni dan Blog-Software
Ketika ditanya apakah ada korelasi/manfaat yang diperoleh dari pendidikan politik dan seni [saxophone] terhadap pengembangan software WordPress-nya, Matt menjawab secara tegas yah.
“Ada dua hal yang berpengaruh. Pertama, ilmu politik berkontribusi besar pada paradigma software open-source (gratis)…Kebanyakan orang yang bekerja dibidang software adalah volunteer (relawan). Mereka bekerja karena mereka menyukai pekerjaannya, bukan karena ditekan atau sejenisnya. Jadi, dalam hal ini prinsip politik adalah tetap membuat mereka senang/bahagia serta menjaga komunitas dimana mereka terlibat langsung. Dan kita hanya perlu memfasilitasinya.
Dan saya pikir [hal kedua seni], software yang bagus memiliki struktur dan desain yang baik.”
Dilematis : WordPress digunakan untuk Kejahatan
Bagaimana tanggapan Anda terhadap beberapa orang [oknum] yang menggunakan fasilitas WordPress untuk tindakan merugikan orang lain [ancaman, teroris, penghasutan]?
Jawaban Matt:
“Ini adalah masalah rumit. Kami menyediakan fasilitas tersebut [WordPress secara gratis] dengan harapan semua orang dapat menggunakannya untuk hal-hal berguna dan positif, dan tentu kita tidak mengharapkan mereka yang menggunakannya untuk hal-hal buruk.”
Harapan Matt pada Program Wordcamp Indonesia 2009
Matt hadir pada Wordcamp Indonesia 2009 pada 17-18 April 2009, dan tujuannya untuk adalah memperkenal WordPress sekaligus mengedukasi kebebasan berekspresi di dunia maya yang benar.
“Ada satu hal yang menjadi alasan utama saya datang ke Indonesia yakni WordPress memilik daya tarik besar di Indonesia. Melalui WordPress, diharapkan orang mulai lebih tertarik dengan budaya blog, serta tertarik dengan software open-source. Alasan lain kehadiran saya adalah untuk belajar lebih banyak di Indonesia. Dan hal yang ingin saya sampaikan pada Wordcamp adalah mengenai landasan kebebasan (freedom). Kita tahu bahwa, WordPress adalah software gratis (free). Anda tidak perlu mengeluarkan uang untuk menikmati fasilitas ini. Disini saya tekankan bahwa dengan software gratis, Anda bebas bereksperesi tanpa harus membayarnya.”
Dengan kata lain, melalui blog dan komunitas yang beragam warna, kepentingan, pandangan dan perbedaan, ada hal yang fundamental yakni kebebasan yang memberi manfaat bagi orang lain [prinsip politik Matt]. Melalui semangat kebebasan ini, WordPress diharapkan bisa memberi inspirasi dan setiap orang dapat mengungkapkan apa saja yang ada dalam pikirannya.
Makasih (thanks) Mat atas apa yg kamu berikan terhadap orang lain yaitu sebuah karya yg luar biasa yang dapat digunakan untuk berbagai hal, bisinis,pribadi dll dan semua itu GRATIS ( FREE ) sekali lagi saya ucapkan terima kasih dari lubuk yang paling dalam…GBU Mat !!
Demikianlah Sebuah PERJALAN LUAR BIASA seorang anak manusia yg bisa kita jadikan bahan renungkan agar kita bisa belajar buaanyak dari mereka
Dari Berbagai Sumber
Filed under: Tugas Pemrograman Web I